“Sekitar 17,7 persen atau 39 juta penduduk Indonesia masih miskin. Jika ukuran garis kemiskinan 2 dollar AS yang dipakai, lebih dari 110 juta orang atau 53 persen dari total penduduk masih di bawah garis kemiskinan. Tahun 2005, jumlah anak balita penderita gizi buruk mencapai 1,8 juta jiwa. Tahun 2006, meningkat menjadi 2,3 juta jiwa. Diluar ini masih ada 5 juta balita lebih yang menderita gizi kurang.”
PUS – PANGAN UNTUK SEMUA, adalah aksi berbagi pangan yang dikelola secara kolektif dengan prinsip dasar anti-otoritarian. PUS merupakan pengembangan dari aksi FNB (Food Not Bombs) . berikut ringkasan singkat soal sejarah FNB ( adaptasi dari banyak sumber ) : Awalnya adalah sebutan dapur-dapur umum yang didirikan untuk mendukung konsumsi para protester gerakan anti nuklir Amerika di Massachusetts tahun 80-an.Kemudian, pada perkembangannya FNB mengalami pengemasan baru dengan mengangkat berbagai isu, mulai dari isu lingkungan, hak masyarakat adat, anti-militerisme, anti-rasisme, anti-diskriminasi, kemiskinan, dlsb.
SPIRIT & PRINSIP FNB
FNB dibangun atas dasar spirit berbagi dan dilandasi prinsip-prinsip kebersamaan/ kolektifisme, kesetaraan/egaliter, anti-otoritarian, anti-diskriminasi, anti-hirarki, anti-birokrasi. Ini artinya, FNB dirancang dan dikerjakan secara bersama-sama.Tidak ada hirarki keputusan, tidak ada otoritas atau dominasi. Tiap person menguasai dirinya masing-masing untuk bersikap se-kritis-kritis-nya, se-kreatif-kreatif-nya sendiri. Ya, semua sungguh2 progresif & dialektis – mengolah dan me-refleksikan secara otonom perasaanya sendiri, pikirannya sendiri, dan tindakannya sendiri-, dalam kebersamaan dan semangat untuk berbagi.

